Tampilkan postingan dengan label #komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #komunitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Mei 2016

Berburu Bintang Bersama HAAJ

Matahari telah beranjak ke ufuk barat. Sebuah Gedung bertingat dua yang berada di awasan Taman Ismail Marzuki mulai ditutup. Gedung yang berdiri sejak zaman Presiden Soekarno itu, merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa setiap dua minggu sekali di Sabtu sore, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar acara diskusi seputar kehidupan langit.

Para pemburu bintang berdatangan dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya tanpa memandang perbedaan usia, jenis kelamin, ataupun pekerjaan. Berjalan kaki atau naik kendaraan, mereka datang dengan semangat dan kecintaan yang sama terhadap ilmu astronomi.

Di planetarium, mereka saling bertukar pikiran, tergabung dalam sebuah komunitas yang sudah hampir berjalan selama 30 tahun, meski dengungnya masih kurang terdengar di masyarakat awam.

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta atau yang biasa disingkat HAAJ, merupakan sebuah komunitas yang berdiri di bawah naungan pihak Planetarium dan Observatorium Jakarta. Wadah bagi para pecinta ilmu astronomi, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Tapi bukan berarti masyarakat di luar Jakarta tidak diperbolehkan untuk bergabung. Himpunan yang terbentuk sejak 21 April 1984 ini, terbuka bagi siapapun yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu astronomi.

Murid SMAN 3 Bogor bergantian melihat Bulan lewat teleskop

Sejak planetarium resmi dibuka untuk umum, animo masyarakat terhadap ilmu astronomi semakin besar. Sehingga dibentuklah sebuah komunitas yang di dalamnya terdapat banyak kegiatan. Salah satunya pertemuan rutin dwi-mingguan untuk mendiskusikan seputar ilmu astronomi secara sederhana dan menyenangkan, dengan mengundang pengisi materi yang berbeda-beda setiap pertemuannya. Kalau beruntung, kita bisa menikmati penampakan benda-benda langit melalui teleskop yang disediakan di sana. Jika biasanya mata kita dimanjakan dengan bulan purnama yang bulat besar, dengan warna keoranyean, melalui teleskop semuanya menjadi berbeda. Kita tidak hanya dapat melihat bulan secara lebih dekat, tetapi juga detail seperti lembah-lembah 'bintik' hitam bisa kita dapatkan. Hanya saja, kita bisa menikmati penampakan tersebut selama langit dalam keadaan cerah.

Menikmati Panorama Langit Malam
Kegiatan diskusi yang dilakukan di dalam Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta sejak pukul 16.00 - 20.00 WIB tidak dipungut bayaran, peserta diskusi hanya disarankan untuk membeli fotokopi handout yang telah tersedia di sana. Selain itu, HAAJ juga menjual souvenir astronomi seperti Majalah Astronomi, kacamata matahari, green laser, T-Ring, science scraft, ular tangga astronomi, kaos astronomi, dan sebagainya.

"HAAJ melakukan banyak kegiatan seperti Star Party, Astro Party, seminar astronomi, workshop astronomi, di sekolah-sekolah, juga pengamatan di luar planetarium, misalnya di UI Depok, IPB Bogor, atau tempat-tempat yang mendukung untuk dilakukan peneropongan. Ada festival astronomi, sampai kampanya penyuluhan astronomi." jelas Muhammad Rayhan, selaku ketua HAAJ tahun 2013, saat ditemui di Jakarta.

Astronomi adalah ilmu yang cukup tua. Sebuah ilmu yang membahas tentang kehidupan langit, dan menerapkannya dengan mengamati benda-benda langit, memprediksi, dan mencari kehidupan di antariksa. Banyak pula yang menganggap ilmu tersebut sebagai ilmu yang sia-sia. Astronomi diidentikan sebagai bidang ilmu yang sulit dipelajari, mahal, dan kurang terbukanya lapangan pekerjaan, terutama di Indonesia. Tapi HAAJ mencoba mengesampingkan semua paradigma negatif tersebut. Astronomi bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan. Berdiskusi meski bukan profesional, karena nama komunitas itu sendiri menyandang kata 'amatir' yang berarti kesukaan.

Komunitas tersebut patut diacungkan jempol. Berbagai event, acara telah mereka lakukan, mendatangkan pengajar berkompeten tanpa meminta bayaran kepada peserta diskusi (kecuali acara di luar planetarium). Terlebih para pengurus dan anggotanya sangat bersemangat untuk mengembangkan dan menyebarluaskan keberadaan komunitas tersebut di mata Indonesia, bahkan ke mancanegara.

Untuk menjadi anggota HAAJ, seseorang hanya perlu datang dan mengikuti kegiatan diskusi dwimingguan minimal enam kali selama setahun dan satu kali star party untuk umum. Setelah itu bisa mendaftarkan diri kepada pengurus HAAJ untuk dibuatkan kartu anggota. setelah menjadi anggota, tentu saja tanggung jawab terhadap komunitas menjadi lebih besar dibandingkan hanya menjadi peserta diskusi biasa. Namun, dengan menjadi anggota, kita bisa mengikuti berbagai star party khusus yang biasanya dilakukan di luar kota, dan berbagai acara lain yang tidak bisa dilakukan oleh peserta non-anggota.

Dari Motivasi Sampai ke Fiksi

Cover buku CeKers Unyu-Unyu

Judul Buku : CeKers Unyu-Unyu
Penulis         : Reni Erina
Penerbit        : PT Elex Media Komputindo
Cetakan        : Pertama 2014
Tebal             : xvi + 158 halaman
ISBN             : 978-602-02-3476-2

Tidak seperti novel-novel pada umumnya, penulis yang lebih akrab dipanggil Bunda Erin ini menyuguhkan cerita yang segar sekaligus inspiratif dalam novelnya yang berjudul CeKers Unyu-Unyu. Memakai latar belakang tempat CK Writing Community / Academy, yaitu tempat yang dijuluki Markas LA oleh para CeKers dan DeKers, Bunda Erin menuliskan satu demi satu kisah yang membuat pembacanya bertanya-tanya, "Tokoh-tokohnya beneran nyata nggak ya?"

Karena kisah yang dituliskan Bunda Erin adalah kisah keseharian para CeKers saat mereka di Markas LA. Mulai dari tokoh Ayka yang doyan banget patah hati, sampai kepolosan tokoh Nata yang bikin orang geregetan.

"Duh, semua berantakan, Kak Niko..."  
"Nata, lo nggak apa-apa, kan?" 

"Sebenarnya aku takut, Kak. Tapi aku coba beraniin diri. Aku ingat pesan Kak Niko tadi, cek kondisi lalu cari bantuan. Aku sudah cek kondisi, Kak. Tapi aku belum cari bantuan. Sebab kata Si Kret cukup kami berdua saja." 

"Nata serius, jangan sok berani!" 

"Aku serius, Kak. Oya, sampai lupa tadi; selamat siang, Kak Niko." 

"Nata! Ya, ampun. Terus gimana sekarang keadaannya? Si Kret gimana?" 

"Sekarang... puaah... aku capek banget, Kak. Kalau Si Kret nggak ada capeknya, dia terus saja memburu..." 

"Nata! Panggil bantuan, segera!" 

"Kata Si Kret nggak perlu, Kak Niko!" 

"Nata, jangan main-main! Gue udah telepon Ayah, dan Ayah menuju ke markas sekarang." 

Di tempatnya, Nata tertegun. "Oo... jadi Ayah juga mau bantuin tangkep tikus sebelum kelas mulai, Kak?" 

"Hah? Maksud lo?" 

--Bab 5 "Ada Penjarah di Markas"

Untuk yang belum tahu, CeKers adalah sebutan untuk anggota yang tergabung di CK Community, sedangkan DeKers merupakan pengasuh-pengasuh komunitas tersebut, termasuk Bunda Erin sendiri.

Ada banyak ilmu yang diberikan para DeKers di CK Community, dan Bunda Erin memasukkan ilmu-ilmu tersebut ke dalam novelnya. Beragam tips seputar literasi di setiap akhir bab, membuat novel ini seperti buku saku wajib bagi calon penulis. Yang pasti, menyimak setiap cerita di dalam buku ini seperti berada di tengah-tengah keluarga CK Community. Ditambah cover novel yang manis, berwarna pink dengan paduan gambar segelas cokelat panas dan warna-warni Macaron.